LOGIKA FILSAFAT DAN SAINTIFIKA

Nama: Siti khalizah
Nim.  :1920100142

1.Menurut bahasa atau secara etimologi, kata “logika” berasal dari bahasa Yunani, yaitu “logos” yang kemudian membentuk kata Logikos dimana artinya adalah suatu pertimbangan akal (pikiran) yang diungkapkan dengan kata-kata atau bahasa.

Sedangkan secara terminologi pengertian logika ialah sebagai ilmu yang mempelajari jalan pikiran seseorang yang dikemukakan/dinyatakannya dalam bahasa.
Secara umum, pengertian logika adalah suatu hasil pertimbangan dari akal pikiran manusia yang diungkapkan melalui kata-kata dan dinyatakan dalam bahasa. Dapat juga diartikan bahwa logika merupakan cara orang berbahasa dalam mencerminkan/menjelaskan jalan pikirannya
Contoh logika yang sederhana lainnya misal: Manusia bisa menahan napas sampai 5 jam.
الَّذِيْنَ يَذْكُرُوْنَ اللّٰهَ قِيَامًا وَّقُعُوْدًا وَّعَلٰى جُنُوْبِهِمْ وَيَتَفَكَّرُوْنَ فِيْ خَلْقِ السَّمٰوٰتِ وَالْاَرْضِۚ رَبَّنَا مَا خَلَقْتَ هٰذَا بَاطِلًاۚ سُبْحٰنَكَ فَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

(yaitu) orang-orang yang mengingat Allah sambil berdiri, duduk atau dalam keadaan berbaring, dan mereka memikirkan tentang penciptaan langit dan bumi (seraya berkata), “Ya Tuhan kami, tidaklah Engkau menciptakan semua ini sia-sia; Mahasuci Engkau, lindungilah kami dari azab neraka.
Dari ‘Ali radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

لَوْ كَانَ الدِّينُ بِالرَّأْىِ لَكَانَ أَسْفَلُ الْخُفِّ أَوْلَى بِالْمَسْحِ مِنْ أَعْلاَهُ وَقَدْ رَأَيْتُ رَسُولَ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَمْسَحُ عَلَى ظَاهِرِ خُفَّيْهِ

“Seandainya agama dengan logika, maka tentu bagian bawah khuf (sepatu) lebih pantas untuk diusap daripada atasnya. Sungguh aku pernah melihat Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam mengusap bagian atas khufnya (sepatunya).” (HR. Abu Daud no. 162. Ibnu Hajar mengatakan dalam Bulughul Marom bahwa sanad hadits ini hasan. Syaikh Al Albani menshahihkan hadits ini).

2.Logika sebagai cabang filsafat adalah cabang filsafat tentang berpikir. Logika membicarakan tentang aturan-aturan berpikir agar dengan aturan-aturan tersebut dapat mengambil kesimpulan yang benar. Dengan mengetahui cara atau aturan-aturan tersebut dapat menghindarkan diri dari kesalahan dalam mengambil keputusan. Menurut Louis O. Kattsoff, logika membicarakan teknik-teknik untuk memperoleh kesimpulan dari suatu perangkat bahan tertentu dan kadang-kadang logika didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan tentang penarikan kesimpulan. Logika bisa menjadi suatu upaya untuk menjawab pertanyaan-pertanyaan seperti: Adakah metode yang dapat digunakan untuk meneliti kekeliruan pendapat? Apakah yang dimaksud pendapat yang benar? Apa yang membedakan antara alasan yang benar dengan alasan yang salah? Filsafat logika ini merupakan cabang yang timbul dari persoalan tentang penyimpulan.

Saintifika adalah model pembelajaran yang menggunakan kaidah-kaidah keilmuan yang memuat serangkaian aktivitas pengumpulan data melalui observasi, menanya, eksperimen, mengolah informasi atau data, kemudian mengkomunikasikan.

Pembedaan antara pemikiran filsafat dengan pemikiran saintifika tersebut di atas, adalah sebagaian dari perbedaan yang ada. Namun, secara mendasar, perbedaan tersebut sudah mencakup hal-hal pokok dalam pemikiran filsafat dan pemikiran saintifika.

Meski dikatakan sebagai suatu perbedaan, namun, antara pemikiran filsafat dengan pemikiran saintifika, memiliki titik singgung yang saling sinergi.

3 .Filsafat pendidikan merupakan ilmu filsafat yang mempelajari hakikat pelaksanaan dan pendidikan.[1] Bahan yang dipelajari meliputi tujuan, latar belakang, cara, hasil, dan hakikat pendidikan.[1] Metode yang dilakukan adalah dengan menganalisis secara kritis struktur dan manfaat pendidikan.[1] Filsafat pendidikan berupaya untuk memikirkan permasalahan pendidikan.[2] Salah satu yang dikritisi secara konkret adalah relasi antara pendidik dan peserta didik dalam pembelajaran.[3] Salah satu yang sering dibicakan dewasa ini adalah pendidikan yang menyentuh aspek pengalaman.[4] Filsafat pendidikan berusaha menjawab pertanyaan mengenai kebijakan pendidikan, sumber daya manusia, teori kurikulum dan pembelajaran serta aspek-aspek pendidikan yang lain.[5]
Saintifika dalam pendidikan islam, yaitu dalam aspek pencapaian tujuan pembelajaran, pencapaian karakter yang diharapkan dalam pembelajaran PAI. Kemudian dalam menyusun kalimat dalam langkah-langkah pembelajaran sesuai dengan tuntutan pendekatan saintifik telah dituangkan dengan terurai meskipun indikator pencapaiannya belum terlihat secara jelas, dan juga sudah diterapkan meskipun ada beberapa hal yang tidak sesuai dengan konsep pendidikan dan perlu mendapat perhatian yang lebih serius.

Logika adalah sebuah cabang filsafat yang praktis. Praktis di sini berarti logika dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Logika lahir bersama-sama dengan lahirnya filsafat di Yunani. Dalam usaha untuk menaruh pikiran-pikirannya serta pendapat-pendapatnya, filsuf-filsuf Yunani kuno tidak jarang mencoba membantah pikiran yang lain dengan menunjukkan kesesatan penalarannya.
Logika adalah sebuah cabang filsafat yang praktis. Praktis di sini berarti logika dapat dipraktikkan dalam kehidupan sehari-hari.

Logika lahir bersama-sama dengan lahirnya filsafat di Yunani. Dalam usaha untuk menaruh pikiran-pikirannya serta pendapat-pendapatnya, filsuf-filsuf Yunani kuno tidak jarang mencoba membantah pikiran yang lain dengan menunjukkan kesesatan penalarannya.

Logika digunakan untuk melakukan pembuktian. Logika mengatakan yang bentuk inferensi yang berlaku dan yang tidak. Secara tradisional, logika dipelajari sebagai cabang filosofi, tetapi juga bisa dianggap sebagai cabang matematika. Logika tidak bisa dihindarkan dalam proses hidup mencari kebenaran. Bagi para filsuf Islam, berpakaian tidak hanya studi tentang pola formal inferensi dan validitasnya tetapi juga elemen filosofi bahasa dan bahkan epistemologi dan metafisika. Karena perselisihan teritorial dengan para ahli tata bahasa Arab, filsuf Islam sangat tertarik untuk melakukan hubungan antara logika dan bahasa, dan mereka mencurahkan banyak diskusi pada pertanyaan tentang pokok bahasan dan tujuan logika dalamnya sesuai dengan penalaran dan ucapan. Di bidang analisis logistik formal, mereka menguraikan teoriistilah , proposisi dan silogismeseperti yang dirumuskan dalam Kategori Aristoteles, De interpretasi dan Analisis Sebelumnya. Dalam semangat Aristoteles, mereka menganggap silogisme sebagai bentuk di mana semua argumen rasional dapat direduksi, dan mereka menganggap teori silogisme sebagai titik fokus logika. Bahkan puisi sebagai seni silogistik dalam beberapa gaya oleh sebagian besar Aristotelian Islam utama. Ilmu Logika atau yang dalam Islam lebih dikenal dengan istilah Ilmu Mantiq adalah ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang metode dan hukum-hukum yang digunakan untuk membedakan penalaran yang betul dari yang salah. Istilah 'logika' dipergunakan pertama kali oleh Zeno dari Citium. Kaum Sofis, Socrates, dan Plato Dikenal sebagai perintis lahirnya Logika. Logika lahir sebagai ilmu atas jasa Aristoteles, Theoprostus dan kaum Tsoa.

Dalam ranah Islam Logika mulai diminati sejak abad II Hijriyah. Pada saat itu umat islam mulai melakukan penerjemahan kitab-kitab Yunani secara besar-besaran kedalam Bahasa Arab. Termasuk di antaranya adalah kitab-kitab buah karya filosof besar seperti Socrates, Plato, Aristoteles dan lain-lain.

Penelitian ini bertujuan untuk (1) mendeskripsikan belajar adab terlebih dahulu sebelum belajar ilmu, (2) mendeskripsikan kedudukan adab dalam Islam, dan (3) mendeskripsikan pendidikan adab dalam Islam. Metode yang digunakan dalam penelitian ini adalah metode kualitatif kajian pustaka. Fokus penelitian ini adalah urgensi pendidikan adab dalam Islam, yang dirinci menjadi tiga subfokus, yaitu (1) Belajar adab terlebih dahulu sebelum belajar ilmu, (2) Kedudukan adab dalam Islam, dan (3) Pendidikan adab dalam Islam. Hasil penelitian ini adalah (1) Para ulama salaf lebih mendahulukan adab dibandingkan dengan ilmu dan mereka amat sangat menjaga adab Islami dalam pikiran, ucapan, dan perbuatan mereka, (2) Dalam Islam, masalah adab dan akhlak mendapat perhatian serius yang tidak didapatkan pada tatanan mana pun, dan (3) Bagi umat Islam pendidikan karakter saja tidak cukup namun perlu juga pendidikan adab. Oleh karena itu, putra-putri kaum muslimin harus mendapatkan pendidikan adab sebelum mereka mempelajari ilmu lebih jauh sehingga mereka akan tetap tawaddu dan berakhlak mulia walaupun telah berilmu tinggi
Filsafat muncul di yunani kuno sekitar abad 600 tahun SM, yang telah melahirkan filsuf seperti Socrates, Plato, Aristoteles, dan lain-lain. Tidak mau kalah Islam juga mempunyai para filsuf dan ahli ilmu pengetahuan, terutama dibidang kedokteran seperti Abu al-Abbas al-Sarkasyi abad ke-9 M, Al-Razi pada abad ke-10 dan lain-lain. Filsuf Islam yang pertama muncul yaitu al-kindi, belakangan muncul filsuf berikutnya al-Farabi, Ibn Sina, al-Ghazali, Ibnu Rusyd, dan sebagainya. Penulis akan memaparkan bagaimana logika didalam di dunia Islam.
Logika di dunia Islam
            Logika mulai tumbuh dan berkembang di dunia Islam yakni sejak zaman kejayaan Islam. Islam ketika itu telah berkembang sampai ke Spanyol di Barat dan di Timur mencapai perbatasan Cina. Zaman itu terkenal dengan zaman perkembangan ilmu pengetahuan dan dilakukan penterjemahan buku-buku Yunani Kuno, Persia dan Sanskerta ke dalam Bahasa Arab terutama pada zaman khalifah Al-Ma’mum dari daulat Abbasiyyah di Baghdad dan Khalifah Abdurrahman dari Dinasti Bani Umayyah di Cordova.






Komentar

Postingan populer dari blog ini

epistemologi pendidikan Islam

Filsafat pendidikan akhlak